157 istilah
Kamus audio
Arti ringkas, contoh konkret, dan kaitan antarkonsep. Istilah Inggris dan Indonesia bisa dicari di sini.
A
Acoustic Simulator
Pemrosesan electric clean menuju karakter acoustic-style.
ADC
Pengubah tegangan analog menjadi sampel digital.
Air
Kesan detail atas atau keterbukaan suara.
Aliasing
Komponen frekuensi yang melipat akibat sampling yang tidak memadai.
Amplitudo
Besarnya simpangan sinyal dari titik nol.
Arpeggiator
Proses yang memainkan urutan nada/interval dari pemicu.
Attack
Seberapa cepat perubahan awal suatu proses terjadi.
Audio device
Perangkat input/output audio yang dipilih untuk stream.
Audition
Mencoba suara sementara sebelum memutuskan mempertahankan.
Auto Swell
Fade otomatis berdasarkan envelope input.
B
Bass focus
Frekuensi batas pemusatan bagian rendah pada stereo width.
Bell filter
Filter untuk menambah/mengurangi wilayah di sekitar frekuensi pusat.
Bias
Pengaturan keseimbangan/karakter nonlinearitas.
Bit depth
Jumlah bit untuk merepresentasikan nilai sampel pada format tertentu.
Blend
Proporsi sinyal asli dan sinyal hasil pemrosesan.
Bluetooth MIDI
Transport pesan MIDI melalui Bluetooth yang didukung perangkat.
Body
Kesan bobot/resonansi badan instrumen.
BPM
Jumlah ketukan acuan per menit.
Brightness
Kesan jelas/terang yang terkait distribusi highs dan upper mids.
Buffer
Blok sampel yang dikerjakan atau ditransfer pada satu siklus.
C
Cabinet
Speaker/enclosure response atau blok yang mewakilinya.
Ceiling
Batas output target suatu limiter.
Chorus
Campuran dry dengan salinan delay yang bergerak.
Clipping
Pembatasan puncak karena sinyal melewati batas atau nonlinearitas.
Comb filter
Pola peak/notch berulang karena campuran sinyal dan salinan tertunda.
Compressor
Pengendali dinamika yang mengurangi kenaikan level menurut aturan tertentu.
Control Change
Pesan MIDI kontrol dengan nomor kontrol dan nilai.
Crossover
Batas transisi pembagian wilayah frekuensi dalam pemrosesan.
Cutoff
Frekuensi acuan transisi suatu filter.
D
DAC
Pengubah sampel digital menjadi sinyal analog.
Damping
Pelemahan/peredaman bagian tertentu dalam perkembangan tail.
dB SPL
Level tekanan bunyi di udara dengan referensi fisik.
dBFS
Level digital relatif terhadap full scale.
dBu
Level tegangan RMS relatif terhadap 0,775 volt.
Decay
Kecepatan atau lama bunyi/tail melemah setelah puncak.
Delay
Pengulangan sinyal setelah jeda waktu.
Denoise
Proses mengurangi noise menurut karakteristiknya.
Depth
Besarnya perubahan yang dilakukan modulasi.
Desibel
Ukuran logaritmik perbandingan, dengan referensi tertentu.
Direct monitor
Mendengar input interface melalui jalur monitoring langsung.
Distortion
Perubahan waveform nonlinear, juga nama keluarga efek.
Drive
Besarnya dorongan menuju nonlinearitas/saturasi suatu efek.
Dropout
Putus/gangguan audio ketika pemrosesan atau transfer gagal tepat waktu.
Dry
Sinyal sebelum efek yang sedang dibicarakan.
Duty cycle
Proporsi satu periode pulse yang berada pada bagian tinggi.
E
Empty state
Penjelasan saat tidak ada data/selection yang dapat ditampilkan.
Envelope
Bentuk perubahan level suara sepanjang waktu.
Equalizer
Pengatur penguatan/pelemahan wilayah frekuensi.
Expression pedal
Pedal kontinu yang mengirim/mengubah nilai kontrol.
F
Fase
Posisi relatif gelombang dalam siklusnya.
Feedback
Sinyal yang dikembalikan ke input suatu proses.
Fizz
Kesan kasar/desis pada frekuensi atas suara driven.
Flanger
Short moving delay yang membentuk comb filtering.
Frekuensi
Jumlah siklus per detik; satuannya hertz.
Fundamental
Frekuensi dasar suatu nada.
Fuzz
Keluarga saturasi dengan karakter harmonik/pembatasan kuat.
G
Gain
Perubahan level pada titik tertentu dalam jalur sinyal.
Gain EQ
Penguatan atau pelemahan pada band filter.
Gain reduction
Banyaknya level yang diturunkan proses dinamika.
Gain staging
Menata level antar-tahap agar setiap proses bekerja sesuai tujuan.
H
Hard clipping
Pembatasan yang lebih mendadak di dekat suatu batas.
Harmonik
Komponen pada kelipatan frekuensi fundamental.
Headroom
Jarak level saat ini menuju batas suatu tahap.
High-pass
Filter yang melemahkan frekuensi rendah dan meloloskan sisi lebih tinggi.
I
Impedansi
Hambatan efektif terhadap sinyal AC, termasuk unsur reaktif.
Impulse response
Deskripsi respons linear sistem terhadap impulse.
Instrumen aktif
Instrumen dengan rangkaian aktif yang memerlukan daya.
Intermodulation
Komponen tambahan akibat beberapa frekuensi masuk tahap nonlinear bersama.
K
Kalibrasi
Pemetaan referensi level agar pemrosesan/pengukuran mempunyai acuan.
Knee
Lebar transisi menuju rasio kompresi.
Kuantisasi
Pemetaan nilai kontinu/lebih presisi ke langkah representasi terbatas.
L
Latency
Jeda antara peristiwa input dan hasil yang terdengar.
Level
Besarnya sinyal pada suatu titik, atau kontrol yang mengubahnya.
Level-matched listening
Perbandingan suara dengan sumber dan level yang dikontrol.
LFO
Osilator lambat untuk mengendalikan modulasi.
Limiter
Pengendali dinamika yang membatasi puncak menuju ceiling.
Lisensi
Izin dan syarat pemakaian materi/asset/capture.
Lookahead
Menunda sinyal agar proses dapat membaca bagian mendatang.
Loop
Pemutaran bagian audio berulang.
Low-pass
Filter yang melemahkan frekuensi tinggi dan meloloskan sisi lebih rendah.
M
Makeup gain
Penguatan untuk menyeimbangkan level sesudah kompresi.
Master
Kontrol level yang posisinya bergantung konteks.
MIDI
Pesan kontrol musik; bukan stream suara gitar.
MIDI channel
Salah satu 16 kanal logis pesan MIDI tertentu.
MIDI feedback
Pesan balik dari aplikasi menuju controller.
MIDI Learn
Menangkap pesan controller untuk mengisi mapping.
Mono
Satu kanal atau sinyal yang tidak mempunyai perbedaan kiri/kanan.
N
Neural Amp Modeler
Model terlatih yang memetakan input ke output sistem audio.
Noise Gate
Pengurang sinyal ketika level rendah.
Noise profile
Estimasi sifat noise dari bagian tanpa permainan.
Notch
Filter sempit untuk melemahkan satu wilayah frekuensi.
Nyquist
Setengah sample rate; batas representasi frekuensi ideal.
O
Octave
Interval dengan rasio frekuensi 2:1.
Overdrive
Keluarga efek yang menambah breakup/saturasi.
Overdub
Menambahkan rekaman baru di atas loop/session yang berjalan.
Oversampling
Memproses sementara pada rate lebih tinggi disertai filter.
P
Paralel
Routing yang membagi dan menggabungkan beberapa jalur.
Pattern
Urutan langkah/nada pada arpeggiator.
Peak
Nilai amplitudo terbesar dalam jendela pengukuran.
Peak hold
Penanda puncak yang dipertahankan sementara.
Periode
Waktu yang diperlukan untuk satu siklus.
Phaser
Modulasi phase/filter yang membentuk notch bergerak saat dicampur.
Pitch tracking
Estimasi nada/fundamental atau kelompok harmonik dari input.
Pivot
Frekuensi acuan sekitar tempat Tilt berubah arah.
Polaritas
Arah tanda sinyal; inversi mengalikan dengan −1.
Polyphony
Jumlah/jenis nada yang dapat diproses sebagai voice bersamaan.
Power Amp
Tahap penguat akhir dalam model rantai amp.
Pre-delay
Jeda awal antara sinyal langsung dan awal ambience.
Preamp
Tahap awal penguatan dan/atau pembentukan karakter.
Presence
Kontrol karakter wilayah atas dengan perilaku tergantung desain amp.
Preset
Snapshot konfigurasi suara/routing yang dapat dipanggil ulang.
Program Change
Pesan MIDI untuk memilih program menurut penerima.
Q
Q
Ukuran ketajaman/kelebaran filter.
R
Rate
Kecepatan pengulangan/perubahan suatu proses.
Ratio
Perbandingan kenaikan input terhadap kenaikan output di atas threshold.
Reduced Motion
Preferensi untuk mengurangi animasi yang tidak perlu.
Release
Seberapa cepat suatu proses kembali setelah kondisi pemicu berkurang.
Resampling IR
Menyesuaikan grid sampel agar respons dipakai pada sample rate yang sesuai.
Resonansi
Penekanan/karakter respons dekat wilayah tertentu.
Reverb
Gabungan pantulan yang membentuk kesan ruang dan tail.
Ring modulation
Perkalian sinyal dengan carrier yang menghasilkan komponen sum/difference.
RMS
Akar dari rata-rata kuadrat sampel pada jendela waktu.
Rotary
Tekstur gerak terinspirasi speaker berputar.
S
Sag
Karakter kompresi envelope yang terinspirasi perubahan suplai amp.
Sample rate
Jumlah sampel audio per detik.
Saturasi
Nonlinearitas yang menambah harmonik dan mengubah dinamika.
Scene
Snapshot rig untuk bagian/susunan performa live.
Scope
Lingkup penyimpanan/penerapan suatu pengaturan.
Semitone
Satu langkah dalam pembagian equal temperament 12 nada per octave.
Serial
Routing berurutan: output satu proses masuk proses berikutnya.
Shape
Bentuk suatu siklus modulasi sesuai desain efek.
Shelf filter
Filter yang mengubah level secara luas di satu sisi frekuensi.
Shimmer loading
Placeholder yang menyerupai struktur konten saat menunggu data.
Shimmer reverb
Reverb dengan komponen pitched/oktav pada tail.
Sinyal
Representasi suara yang berubah terhadap waktu.
Slope
Kecepatan pelemahan filter terhadap frekuensi.
Soft clipping
Pembatasan puncak secara lebih gradual.
Spektrum
Sebaran level sinyal menurut frekuensi.
Stereo
Dua kanal dengan kemungkinan perbedaan sinyal/spasial.
Stereo width
Besarnya perbedaan spasial antara sisi kiri dan kanan.
Stutter
Pengulangan potongan audio singkat sebagai tekstur ritmis.
Subdivision
Pembagian waktu ketukan untuk ritme suatu efek.
Sustain
Bagian bunyi yang bertahan setelah awal petikan.
T
Taper
Hubungan posisi kontrol dengan besarnya gain.
THD
Ukuran harmonik relatif terhadap fundamental pada pengukuran terkontrol.
Threshold
Level acuan yang memicu perubahan pemrosesan.
Tilt EQ
Menyeimbangkan sisi rendah dan tinggi sekitar pivot.
Timbre
Karakter suara yang membedakan bunyi dengan nada yang sama.
Tooltip
Penjelasan singkat dekat istilah/kontrol yang dituju.
Top
Karakter kontribusi bagian atas/body-top dalam simulator.
Transient
Perubahan singkat dan cepat pada awal atau bagian bunyi.
Tremolo
Modulasi amplitudo/level secara periodik.
Trim
Pengalian level untuk menyesuaikan sinyal pada suatu titik.
True peak
Perkiraan puncak waveform rekonstruksi di antara sampel.
U
Unity gain
Penguatan 1:1 pada titik/ukuran yang ditentukan.
V
Vibrato
Perubahan pitch kecil secara periodik.
W
Wet
Sinyal setelah pemrosesan atau komponen efeknya.
Istilah belum ditemukan. Coba nama Inggris atau ejaan lain.