dB menyatakan perbandingan logaritmik, bukan angka keras-pelan yang berdiri sendiri. Untuk amplitudo dengan kondisi pembanding yang sama: ΔdB = 20 log10(A2/A1), sehingga pengali amplitudo g = 10^(ΔdB/20). Untuk rasio daya, rumusnya memakai 10 log10. Jangan menukar keduanya.
| Perubahan | Pengali amplitudo kira-kira |
|---|---|
| −12 dB | 0,251 |
| −6 dB | 0,501 |
| −3 dB | 0,708 |
| 0 dB | 1 |
| +3 dB | 1,413 |
| +6 dB | 1,995 |
−6 dB berarti sekitar setengah amplitudo, bukan pasti setengah keras menurut telinga. Persepsi keras-pelan dipengaruhi frekuensi, durasi, spektrum, alat dengar dan konteks musik.
dBFS memakai full scale digital sebagai referensi. Peak sampel dengan magnitude 1 pada konvensi normalized adalah 0 dBFS. −12 dBFS lebih rendah daripada −6 dBFS. Nilai meter bukan satuan watt atau tegangan analog input; hubungan dBFS dengan tegangan bergantung kalibrasi interface. dBu, dBV, dan dB SPL memiliki referensi yang berbeda.
Amplitudo dan Trim
Apa yang berubah ketika Trim −6 dB?
- Pengali amplitudo
- 0,501×
- Peak input
- -6,02 dBFS
- Peak output
- -12,02 dBFS
Output menjadi 50,1% amplitudo input. Karakter gelombangnya tetap sama.
Sinus contoh dengan Peak input 0,5. Trim mengalikan amplitudo; clipping yang sudah terjadi sebelum input tidak dapat dipulihkan.