Downloads
Pedal rigs / Dokumentasi
Indonesia

Bab 03 / 21

dB, dBFS, dan penguatan

dB menyatakan perbandingan logaritmik, bukan angka keras-pelan yang berdiri sendiri.

dB menyatakan perbandingan logaritmik, bukan angka keras-pelan yang berdiri sendiri. Untuk amplitudo dengan kondisi pembanding yang sama: ΔdB = 20 log10(A2/A1), sehingga pengali amplitudo g = 10^(ΔdB/20). Untuk rasio daya, rumusnya memakai 10 log10. Jangan menukar keduanya.

PerubahanPengali amplitudo kira-kira
−12 dB0,251
−6 dB0,501
−3 dB0,708
0 dB1
+3 dB1,413
+6 dB1,995

−6 dB berarti sekitar setengah amplitudo, bukan pasti setengah keras menurut telinga. Persepsi keras-pelan dipengaruhi frekuensi, durasi, spektrum, alat dengar dan konteks musik.

dBFS memakai full scale digital sebagai referensi. Peak sampel dengan magnitude 1 pada konvensi normalized adalah 0 dBFS. −12 dBFS lebih rendah daripada −6 dBFS. Nilai meter bukan satuan watt atau tegangan analog input; hubungan dBFS dengan tegangan bergantung kalibrasi interface. dBu, dBV, dan dB SPL memiliki referensi yang berbeda.

Coba konsepnya

Amplitudo dan Trim

Apa yang berubah ketika Trim −6 dB?

-6,0 dB
Waveform amplitudo — sumbu tetap ±2-20200.51Waktu relatif
Waveform amplitudo — sumbu tetap ±2
InputOutput setelah Trim
Pengali amplitudo
0,501×
Peak input
-6,02 dBFS
Peak output
-12,02 dBFS

Output menjadi 50,1% amplitudo input. Karakter gelombangnya tetap sama.

Sinus contoh dengan Peak input 0,5. Trim mengalikan amplitudo; clipping yang sudah terjadi sebelum input tidak dapat dipulihkan.

Istilah audio

Cari di dokumentasi

Cari istilah, efek, atau panduan.