Gelombang adalah perubahan nilai terhadap waktu. Pada input analog nilai itu berupa tegangan; dalam audio digital nilainya berupa sampel. Amplitudo menggambarkan besar simpangan. Frekuensi adalah jumlah siklus per detik dalam Hz. Periode T = 1/f; pada 100 Hz satu siklus berlangsung 10 ms.
Sinus sederhana dapat ditulis x(t) = A sin(2πft + φ). A menentukan amplitudo, f frekuensi, dan φ fase. Fase menjelaskan posisi dalam siklus; dua sinyal yang mirip dapat saling menguatkan atau mengurangi ketika digabung. Polarity flip membalik tanda semua sampel, bukan menggeser waktu seperti delay.
Gitar bukan satu sinus. Satu nada mengandung fundamental, harmonik, transient, dan noise. Semua komponen dijumlahkan menjadi satu gelombang pada suatu kanal. Spektrum adalah cara melihat kontribusi frekuensinya, bukan sekumpulan kabel audio terpisah. Dua sinyal dengan spektrum amplitudo serupa dapat memiliki bentuk waktu berbeda karena fase.
Fase dan penjumlahan paralel
Mengapa merge bisa tambah keras atau hilang?
- Peak jumlah
- 2,000×
- Terhadap Peak A
- 6,02 dB
- Polaritas B
- Normal
Merge menjumlahkan sinyal. Level output dapat naik atau turun walaupun level tiap cabang tidak berubah.
Dua sinus dengan frekuensi sama. Fase 180° dan level sama saling meniadakan. Delay pada suara kompleks dapat membuat comb filtering, bukan sekadar satu sudut fase.