Kontrol dan parameter
Label dan satuan mengikuti kontrol di aplikasi. Pilihan instrumen, model, atau mode dapat mengubah kontrol yang terlihat.
| Kontrol | Rentang tampilan | Makna |
|---|---|---|
| Low crossover | 40 – 500 Hz | Batas transisi pembagian wilayah frekuensi dalam pemrosesan. |
| High crossover | 600 – 8000 Hz | Batas transisi pembagian wilayah frekuensi dalam pemrosesan. |
| Low threshold | -72 – 0 dB | Level acuan yang memicu perubahan pemrosesan. |
| Mid threshold | -72 – 0 dB | Level acuan yang memicu perubahan pemrosesan. |
| High threshold | -72 – 0 dB | Level acuan yang memicu perubahan pemrosesan. |
| Ratio | 1 – 20 :1 | Perbandingan kenaikan input terhadap kenaikan output di atas threshold. |
| Attack | 1 – 200 ms | Seberapa cepat perubahan awal suatu proses terjadi. |
| Release | 10 – 2000 ms | Seberapa cepat suatu proses kembali setelah kondisi pemicu berkurang. |
| Makeup | -12 – 18 dB | Penguatan untuk menyeimbangkan level sesudah kompresi. |
| Blend | 0 – 100 % | Proporsi sinyal asli dan sinyal hasil pemrosesan. |
Untuk apa efek ini?
Mengendalikan dinamika low, mid, dan high secara terpisah.
Coba dengarkan
Pilih Low/High crossover, lalu threshold masing-masing band. Ratio dan timing dibagi; Makeup harus sengaja diatur. Bandingkan pada level yang sebanding.
Hal yang perlu diperhatikan
Crossover bukan simulasi mikrofon atau sumber stem. Uji low-B, attack, dan sustain; lebih keras tidak otomatis berarti lebih bagus.
Buka definisi pada label kontrol untuk memahami fungsinya. Label yang sama dapat memiliki arti berbeda di tiap efek. Bandingkan suara aktif dan bypass pada level yang mirip.